Berapa Jauh Kan Berlari Engkau Dari Cintamu

berapa jauh kan berlari engkau engkau kan berlari berapa jauh sembunyi dari kata hati kata hati sembunyi mengakrabi rasa rikuh, menjadikan senyum menjadikan senyum,  menikmati rasa cemas  di tiap-tiap hela nafas ketakutan bila terucap tak sengaja tak sengaja kau menyebut satu nama lalu karanglah kisah tentang risau hati pernah...

Siapa Yang Berani Ucapkan Cinta (?)

yang bermain di lamunanmu pantai yang lelah, jukung berjemur di bawah ketapang daun-daun kering terinjak, berapa jejak disapu pasir ah, lupakan tawa lepas membelah ombak cerita ringan membebaskan kesumat pikiran apa yang menjalin alasan buat berulang menyapa? bahan cerita begitu riuh, tumbuh di lidah seperti barisan lumut kini kering,...

Menjauhlah Kau Dari Bujuk Rindu

angin tanpa desau tambah lekat dihati pengap merayap kesepian bermain sendiri hujan lupa janji pada musimnya, memilih perjalanan menjauhlah menjauhlah dari bujuk rindu terlalu muda kau buat menghela sayap langit bangsa kupu kupu hanya bangga pada kepompong lupa ranting bunga yang tak pernah mengeluh terbanglah,  terbanglah tinggalkan...

Salahkan Aku, Bila Kau Mencintaiku

malam bersayap terbang rendah kelam hinggap di dahan pernah kau berteduh akal kita punya, tapi jatuh cinta perhitungan hati kalah gemuruh ombak saat kau cerita kekasihmu, pertengkaran dan risau risau tak riuh tawaku menjangkau rembulan percaya kita rasa, tapi rindu menyentuh kalbu salahkan aku, bila kau mencintaiku pernah kucari dalam...

Oh, Sudikah Engkau Mencintaiku?

bunga kapas menyerahkan kelembutan di telapak diterima pada suatu tepukan saat senja pernah berjatuhan kelopak-kelopak bunga bakal tunas bersukarela  menunggu musim berganti permainan kelereng menyurut dihalaman ingatan teriakan teriakan  canda menyusup jauh lama sudah, dekat masih kehangatan yang menujum saat bertukar tepukan...

Tak Ada Cinta Dalam Mimpi dan Lamunan

tak ada cinta dalam mimpi tak ada rindu dalam lamunan embun tak sanggup menyentuh tamasya jauh tidur menemuimu dalam terawang betapa hebat rindu mengendarai awan biru melesat kalahkan cahaya aku bertamu dalam mimpi duduk dekat jendela di ruang tamu renyah suara penuhi  ketercengangan hingga terjaga gerimis tipis tiupkan dingin tak...

Telingaku Mimpi, Langkahmu Menjauh Sudah

rasanya sudah gelap padahal terang lampu di halaman hatiku kelam hujan berlari menjauh memasuki karang karang rahasia dilangit pelangi tinggal kisah rasanya sudah sunyi riuh kendaraan terdengar mendekat telingaku mimpi panas menjulurkan sungutnya layu tanah, hilang harum bunga bunga lumut lelah melawan kilau “aku melihatmu meliwati...

Kau Tak Boleh Tahu, Soal Ini

kau tak boleh tahu memandangmu udara jadi bersih sesak didada menemukan kelapangannya segala hiruk pikuk benak jadi senyum pagi hari kau tak boleh tahu duduk di sebelahmu kenyamanan senja teh hangat manis, pisang goreng renyah pemandangan yang melamunkan terdengar bening kata tak terucapkan walau tak sepatah cerita cerita sedihmu menjadi...

Lepaslah Engkau, Jangan Kembali

lepaslah engkau. bebaslah engkau kemana hati hendak singgah remah remahnya berjatuhan ke tanah tak jauh aku, menahan pandangan saat ucapanmu membelah sunyi berjatuhan geriam tak terperi.   bergeraklah lurus ayunkan nafas pernah gigir jemari hilang kendali hampir membuncah telaga matamu betapa haru melihat susah payah kau sembunyikan...

Biarkan Cinta Meniru Cahaya

cahaya siang lepuhkan sayap  kupu kupu sudah lama, hutan semak belukar di hati jelaga-jelaga menggantung diri, berayun kelam membawa sekotak sedih, mirip kado di hari ulang tahun cahaya siang membelah bayangan, tubuhmu bayang, menembus batang- batang pohon, tak ada jalan kecil tikungan memutar bagi diri mengejar lalu bertemu  seolah...

Kau Bertanya, Apakah Aku Mencintaimu

Ya. Ya sesudah dan sebelumnya Ya dari bermula dan sampai kapanpun Seperti putaran matahari Seperti putaran purnama Tersipu malam Tersenyum siang Aku tak mau jadi anjing peladang Menggonggong riuh tak miliki nyali Seperti pejantan nyamuk hanya menguing Kodok yang riuh di musim hujan tubuh serangga repuh di dalam aku tak mau jadi pengeluh salahkan...

Sampaikan Padanya, Jatuh Cinta Aku

sampaikan padanya aku gemetar hilang pegangan melayang hilang pijakan saat kembali bertukar tatap matahari, bulan, bintang-bintang hilang cahaya bahkan pelangi hilang warna kerikuhan ini menakutkan pandir aku jatuh kikuk sungguh, cemas menghujam dada bila kau tahu, merambat api dalam jemari menghanguskan seluruh pori dipicu hulunya oleh...

Itukah kau Rupa Rindu

kaukah yang mengindap dalam sepi malam? meniti daun-daun menyusup di kisi-kisi Menjelma wajah sedih itukah rupa rindu? kaukah yang menginjak kerikil gemericik tipis menolehkan lamunan menggerakkan tangan buat melihat lengang kelam di luar itukah rupa rindu? pejamlah mata biarkan mata hati membayangkan panggil seribu kali namamu bayangkan...

Cinta Ini, Itu Cinta

tak ada yang lebih mulia membawa airmata dalam lelap tidur kemarau hilang rumput menghijau diairinya lagi, aku bertanya kepada hati diajaknya bermain tebak-tebakan diam apa yang banyak bicara? lalu, aku bertanya kepada jantung diajaknya berteka teki degup apa yang tak dipukul gemanya merobohkan mimpi? tak ada yang lebih berat memanggul...

Pohon Mati, Ngilu Hatiku

kali itu sedih benar kemarau mata hilang genangnya malam seperti perahu merayap diatas gelap bersiap siap kehilanganmu sejak mula kutanam di halaman pohon mati kusiram saban hari Setiap percakapan, setiap perjumpaan suburlah; jadilah perindang berteduh minum teh, menukar tawa kelak bila kehilangan kau kecipak kelam tak memilukan...

Tanya Padaku, Benarkah Aku Jatuh Cinta Padamu

dimana senyummu kusimpan bila senja tiba matamu ada genang kelopak embun mirip pagi yang memaksa terjaga lembar lembar melukis tawamu lapis lapis mengariskan batas dimana rikuhmu kusimpan saat kulewati bahumu menegurmu dalam bisik menyapa sekadar ucap jalan ke kanan ataukah ke kiri engkau lelaki ataukah perempuan tak cukupkah...

Sanggup Kau Sepikan Hatiku

di dalam dadaku pilu menemukan musim semi burung-burung kembali dari balik benua warna warni sedih menghulu-hilir muara dikatup jantung ini justru pengap. berapa lama sanggup kau sembunyi dari lecutan lecutan ingatan hitunglah satu dua tiga empat lima enam... tak sengajakah dalam percakapan telapak tanganmu berbagi hangat? menitip...

Umpama Kau Cinta Aku

Tak ada umpama bagi kita Bagi kau bahkan bukan kita! Hanya aku, aku juga Membiarkan siang malam kan bertemu Berharap sandikala di hati Pandir itu milik pecinta Mengkhayalkan perasaan yang sama Aku sibuk mengalahkan sangsi Membatinkan namamu beribu-ribu ucap Sekalinya; satu sapa pun tak darimu Berkutat pikiran dan hati Setiap...

AKU INGAT KAU. KAU PASTILAH TAK

Ini malam Aku ingat kau. Kau pastilah tak Hatiku cemas berharap Mimpimu Tiba senyum dihadapanmu Mengeluhlah pada telinga Nyaman tidurmu hingga terjaga Pagi kemudian Aku ingat kau. Kau pastilah tak Degup menanti Kau menyapaku; tentang mimpimu Ah, kekasihmu warna warni Aku tak hitam putih dalam mata Disimpang jalan mana Cara...

Benarkah Disaat Susah Kau Panggil Namaku

Benarkah Disaat Susah Kau Panggil Namaku  Ingatkah kau sore kemilauMata kita menghindari tatap Mengingat diri lampau jauh Bila harus kusentuh lengan bahu Kenyerian di hati lebih Jantung meredakan debarannya Malam malam bila bebaring Melintas yang segera dihela nafas Jangan sampai tertanam Lamunan selalu riang untuk mekarMenjadi...

Sebab Kau Hanya

SEBAB KAU HANYAMenyapamu dalam diam. Menyebutmu. Dalam diam. Tak cukup beraniku. Sebab kau hanya Lintasan-lintasan dalam hati. Dalam pikiran. Menganyam risau. Kau tak tahu. Tak tahu aku Pernah engkau bayangkanAda yang mencintai dalam diam Tak menyapamu. Tak menemuimu. Keheningan-keheningan. Hanya sebab kau Tak pernah menduga. Tak perlu...

Membayangkan Kau Kini

KiniKubayangkan padang terhamparBerbaring berjejer berbantallkan tanganSesekali kepalamu menolehMencari langit dalam diamkuPadang-padang risau menyapa pikiranRuam yang menyapa tarikan nafasApa yang lupa kita ucapkanSebelum akhirnya jarak menipuDesau dalam hatiMengalah pada kemungkinanTak ada alasan untuk kembaliSebanyak akar yang menyanggaBegitu lengkap kemustahilanKiniAku melucu untuk diriJika saja...

Kubaca Pesanmu, Sembunyilah Pilu

kubaca pesanmu: dimana kamuaku menjawab: aku di rumah                       bagian mana yang menderaksepasang matamu memandangselalu susah payah sembunyikanbetapa riuh debur ombak didalamnyatempias garam menjangkau pori-porimaafkan, bila pantai membisukan pasirnyakubaca risau berulangberulang...

Tahukah Kamu, Ketika Kamu Pergi

seberapa sanggup memandang bayangan di cerminmencari kerut di dahitahukah kamusaat engkau pergiudara hilang angin, hampa berumah di dadalangkah hilang detak, jantung menangisi denyutnyadiam-diam kecewa menarikulapisi dengan kerianganberapa tebal lagi bedak harus kupulas ke wajah?kuas yang mana mengarsir sembab di dadatahukah kamugerimis tak henti di hatimusim berganti berkali. Berkali-kalikesat dilidah,...

Cintailah Aku Kemudian

Berjingkat keraguan pada malam-malammuAku tak bersalah, aku tak bersalahMencintai itu bukan soalSuara-suara yang menderaMelecut hatiAku tak sudi berlari, aku tak sudi sembunyiTuhan maha kuasaBerindap pilu didalam-dalamkuMatamu menyimpan risauAku pergi, aku pergiSemua damai, damai semuaTuhan puas, hati takBersidekap mabuk dalam tubuhkuBayangkan tatapanmuAku bisa,bisa melaju,henti ataukah diamAirmata,...

Pentas Teater End Game Diperasaan Remaja

CATATAN DRAMATUR; SEBELUM LAYAR DIBUKA DI TANGGAL 16 SEPTEMBER 2015, END GAME- DI PAMERAN TUTUR NYATURProses kreatif teater modern di Bali atau mungkin Indonesia, dipastikan proses yang kesepian dan sendiri, terutama tak ada proses kritik pentas teater yang memadai. Kalau ada tulisan tentang pentas teater bahkan di koran dan majalah utama...

Bila Kau Tahu, Ingatanku Yang Sial, Pisahkan Kamu

Bila Kau Tahu, Ingatanku Yang Sial, Pisahkan Kamu ingatanku yang sial pada senja di tepi lamunan bunga-bunga kamboja luruh luruh-luruh daun daun kering kering-kering hati setapak  menjanjikan desir ditiap langkah mengayun jauh aroma tubuhmu terselip menghentikan tarikan nafas berkali-kali saat jalan sendiri berkali-kali aku mengherani didada bersiap pentas satu pertunjukan menanti...

PLATONIK

PLATONIK jalan-jalan sepi tanpamu lampu merah, patung polisi aku diingatkan tak boleh melaju mendekati garis batas nyanyian selamat pagi dari mesin di tiang-tiang menghela namamu pergi jadi gumam                 matamu pendongeng bagi tatapan                ...

Aku Tak Kan Mengirimi Kau Bunga

Aku Tak Kan Mengirimi Kau Bunga kau tersanjung puisi ini bulan di pucuk cemara bukit-bukit menggigil        aku        tak cemas pikiran-pikiran        mengusik perasaan dengan kata manis        melambungkan perkiraanmu        mengundang tawa...

Testimoni (1)

Testimoni (1)pernahaku seperti yang lain, yang lain seperti akusembunyi dari patahatimembungkus sedih dengan puisimendandani dukacita dengan tawapernahlautan temanku berkisahsunyi karibku bercakapmelapisi tatapan dengan senyumanpernahhampa mengenalkan dirinyanyeri menggariskan jejaknyapernahseperti tangan pelukismengubur kisah dengan warnagelap menyala dilubuk dukatak ada airmata. Keluh kesah pun:...

Suatu Waktu Mengenangmu

Suatu Waktu Mengenangmukaukah yang melintasdesau angin dalam keriuhan jalaningatkan aku pada satu menu:udang dililit bacon, roti dibalut buttermatamu lembut berkerjap:menepuk punggung tangankopi dengan rasa asing di lidahah, perapian di seberangku dudukmenceburkan ingatan ke lamunanasap itu tenggelam aku!malam-malam pernah berbaring beratap ilalang keringmengejar jarak ubud-denpasar-airportcerita...

BILA 1/2 CINTA, 1/4 NYALI PATAHKAN AKU

BILA 1/2  CINTA, 1/4 NYALI PATAHKAN AKUmasih,aku lamunkan kautamasnya ke tepi pantaiketapang-ketapang murungcangkang-cangkang keranglukai jari manismu'ceritalah tentang kekasihmubahagia ataukah dukacitaombak berkali kali menyalamiperpisahan dikering mataharikeringatku menyerikan lukaku ’aku cemas, menjadi pandirberdiri rikuh karang-karangsembunyi ikan dalam genangmenyurut laut purnama menjauhganggang...

KAU TAK BOLEH TAHU, AKU JATUH CINTA

padamulupakan jalan jalan bersisiansetapak berliku penuh bungadibahu kiri melihatmu senyumkudongengkan kurcaci-kurcaci kecilagar kau tertawalupa di bahu kananmukesedihan hati melelehkan perihikut melangkah ditiap-tiap tawadi bidang lidahku terpahat kisahdalam dada perahu-perahu sunyimenepi menjauhi pantaikau tak boleh tahupasir-pasir memasuki matadebur ombak mencuri nafaskupadamukubikin langit jatuhkan...