Cintai Aku Sekarang Atau Nanti

rum belajar dari khianat, tersenyum ia tersenyum pada lamunan, tapi bukan kepadamu. cinta mungkin sebangsa tanaman, ucapnya getir; kelak tumbuh, entah merimbun atau meranggas. angin nakal akan kirim serbuk sari ke setiap tarikan nafas. rum terbatuk membayangkan sesak nafas. sesak menahan gundah-gundah. rasa telengas yang entah darimana tumbuh. cintai aku sekarang atau nanti! seruan itu seperti iklan. rum...

Mungkin Tak Seindah Yang Dulu

cuacakah yang membuat angin bergerak liar mestinya hujan turun, bukan terik matahari telah menebal debu dalam pandangan semua tanaman hilang senyum hari ini ah, cerita-cerita diwaktu ngaso segelas kopi membuat mata nyalang memanglah memang aku pernah naksir kamu jadi gelak tawa, canda ria olok-olok di kala bertemu, ki...

Cinta Yang Tak Terduga

ajakanku sungguhlah sederhana jadilah kekasihku, jadilah! kalaupun mesti rahasia rahasiakanlah… kutahu bulan siang tak menyaingi matahari demikian pula harum melati dengan kenanga jikapun kini hatimu miliki setapak jalan tempat lewat segala macam impian-impian bukankah rahasia akan bekerja sebagai rahasia tak akan menyurutkan nya...

Kini Rindu Asingkan Aku

jalanan yang rindang justru asingkan aku pohon-pohon asam saling berhadapan mengapit pandangan dalam riuh penjaja makanan: jagung bakar, kelapa muda… pantaimu tetap lengang tak ada satu pun perahu siap bersandar oh, saat tunduk hindari debu angin jerit pohon ketapang rindukan tangan pemahat gigilkan pelepah bunga kelapa, luruh tanpa sebab jatuh kemilau yang pernah penuhi dada kini jadi desis pasir...

Telah Kau Patahkan Satu Hatikah ?

rum melangit melepas tawa, habis kata buat cerita; telah kupatahkan satu hati! jadi rembulan siang, tak ada lagi cahaya, masai-masailah ia. rum melayang menandai semua percakapan, menekan rasa ingin tahu, kabar-kabar yang terlalu biasa, membuat degup dadanya tak nyaman. sebab tangis ada diujung mata, sebab cerita tak temukan ujungnya.hati yang patah itu hanyalah pemain panggung, seorang teman dengan...

Kaukah Itu, Yang Mencintaiku

kaukah itu embun yang meniti daun-daun pagi memberi kemilau di mata rasa segar di hati mendekap-mendekap aku jadikan wajah merah tembaga kaukah itu kecup cahaya di pelepah daun memberi senyum pada bibir rasa dingin di jemari mengurai-urai aku jadikan lamunan seekor ku...

Kasih, Beri Aku Nafas...

kuperciki tubuh dengan wewangian menguning jemari aku hendak tidur kiranya… kasih, berbaringlah di sebelahku beri aku nafas aku hendak lelap, lelap! "pembaringan ini adalah karmaku dipahat dalam gemuruh hati kehilangan telah ajariku tentang rasa memiliki kecintaan telah ajari aku tentang rasa sendiri kerinduan membuatku tunduk pada jara...

Balada Setangkai Daun Jatuh, Meledakan Khayalmu

setangkai daun jatuh meledakkan khayalmu meledak ia menjadi serpih kepingnya semoga tak melukai jemarimu yang kusut menahan rasa dingin jangan tatap mataku sebab kilaunya kan memantul dihatimu! ada peri didalamnya yang kelak iseng selalu datangi mimpi-mimpi...

Seperti Dermaga Yang Tak Bertanya

sedang hatiku seperti dermaga yang tak bertanya perahu siapa yang kan buang sauh ah, pagi yang mana akan kembalikan hati percaya embun di jemarimu jadi gigir didadaku ah, malam yang mana akan kembalikan kerinduan percaya hati jadi hangat bila didekat...

Kuberi Hatimu Sayap

kuberi hatimu sayapagar bebas terbang kemana-manamelayanglah!aku tengah belajar kesabaranpada kembang sepatu yang tak miliki keharumanpada alir air yang mencari tujuanmelayanglah!semua peta telah kau milikitak kan lagi kau tersesat oleh kata maniscinta ataukah bukanbulan mati ataukah purnamaaku beri hatimu sayappergilah!takkan ada lambaian tangan kehilangantelah cukup segala macam percakapanbila...

Pernah Aku Menjadi Apa Saja Untukmu

pernah aku diayun senyap memburu pencuri hujan bersekutu dengan raja dewa dalam gemuruh melupakanmu angin yang mati kusimpan di hati tak lagi mendesir bila namamu diucapkan hari pernah aku menjadi elang mengincar buruan bersekutu dengan rasa lapar dalam cabikan aku kubur bayang...

Atas Nama Cinta

Lalu kau menatapku demikian lama; wajahmu, wajah purnama yang menentramkan. Kuharap hujan tak turun,teranglah cuaca hati, jangan tersendak rasa bersalah. Entah kapan mulainya, aku tak lagi bisa percaya akan kesetiaan. Tanpa keperihan, atas nama cinta, kau pemilik kebebasan burung-burung pagi; danau di lembah, cemara dipegunungan, terbanglah singgah; tak juga akan menyarangkan kecemburuan. Lalu...