Monolog Bahaya Racun Tembakau

DI NEGERI DIMANA hamba dibesarkan dengan EMOSIONAL DAN GUGUP setiap kali berurusan dengan kata moral dan surga....negeri dimana semua himbauan itu diuji dengan cobaan kecil, yang kemudian menunjukan hamba harus menjadi pencuriga; dilarang ini, dilarang itu: paranoid itu juga merembet kemana-mana....termasuk kepada asap rokok, pada SI... NIKOTIN: yang juga ditemukan pada makanan sehari-hari lainnya: tomat, terung, cabai, teh....paprika, bahkan kentang....banyak sekali secara alamiah dan nyaman hamba memakan makanan-makanan yang dikatakan segar dan banyak vitamin itu, makanan yang mengandung nikotin itu lalu tidur dengan asap obat anti nyamuk....apakah kelak hamba juga akan bertemu kelompok organisasi yang emosional, yang mengatakan merokok itu, asapnya itu akan menghalangi jalan menuju surga?....sebab ada nikotinnya? nikotin itu dilaknatikah? hasyiiit....hamba pasti akan dikatakan tak beragama kelak jika sambil tersendak berkata....nikotin itu juga obat!...hasyittt.....

(Improvisasi, arja satu, monolog bahaya racun tembakau, nanti, tanggal 31 mei, bentara budaya bali)

Pentas Monolog Cok Sawitri - 31 Mei 2011


MOHON perhatian! MOHON perhatian! kaum perokok dan pecinta tembakau meminta perhatian pada tanggal 31 Mei.......

Candi Ratu Boko

DALAM kisahnya, candi ratu boko adalah candi yang paling misterius, walau jelas berkaitan dengan era budha dan beberapa perenung mengkaitkannya prasasti Siwagraha. Prasasti ini menjelaskan perseteruan antara Raja Balaputra dengan Rakai Pikatan. Sebab kalah perang, konon Balaputra melarikan diri dan membangun tempat pertahanan di atas kaki bukit Ratu Boko. namun tetaplah misteri. Memang pernah di areal itu ditemukan lima fragmen prasasti berhuruf Prenagari juga ada yang berbahasa Sansekerta, walaupun prasasti itu tidak utuh lagi, prasasti berupa fragmen itu masih bisa dibaca; isinya berkaitan dengan pendirian bangunan suci Awalokiteswara, salah satu Buddhisatwa dalam agama Buddha, kekhasan dari Mahayana. Tak heran, Ayu Laksmi menggumamkan OM MANI PADME HUM saat melangkah memasuki area candi ratu boko; melangkah memasuki misteri svara semesta; yang hingga kini memang menjadi misteri bagi yang merenungkannya; tidaklah terpungkiri karya musik, jalan estetika kadang menjawab berbagai misteri itu dengan getaran rasa....OM MANI PADME HUM...

Cerpen: R A H I M

NAMA saya Nagari. Umur, tiga puluh tahun. Tanpa harus dijelaskan, saya sudah paham. Sore itu, sehabis mandi dan rambut saya masih basah, pintu kamar kontrakan saya diketuk berulang kali. Tiga orang lelaki dengan sorot mata sopan menjemput saya. Dari jip yang menanti di halaman, kemudian dari deru mesinnya yang tipis, tak kalah tipis dari udara sore itu, ditambah lagi tutur sapa mereka yang berat dan tegas, tanpa harus dijelaskan, saya paham apa yang tengah terjadi.

Mereka, tiga orang lelaki itu, membawa saya ke sebuah rumah. Sebuah rumah dengan lantai licin dan dingin. Lantai yang membentuk lorong panjang, membelah puluhan pintu-pintu kamar yang saling berhadapan. Kemudian langit-langitnya begitu tinggi dan bila melangkah atau berbisik, tembok-temboknya memantulkan kembali suara-suara bercampur desir yang aneh. Rumah itu mirip hotel tua yang sudah dipensiunkan. Udara yang bergerak di dalamnya terasa demikian uzur.

Selintas Mengenai Dramatisasi Puisi Dan Fragmentasi Puisi

Beberapakali ada yang bertanya kepada saya, apa sebenarnya dramatisasi puisi itu (?) dan apa bedanya dengan fragmentasi puisi (?) Kedua pertanyaannya itu muncul karena sudah lama di Bali, disebabkan beberapa kegiatan sekolah dan festival yang menyebutkan ajakan untuk melakukan suatu model pertunjukan dengan teksnya (baca naskah) berdasarkan sebuah puisi.