Showing posts with label Kisah Panji. Show all posts
Showing posts with label Kisah Panji. Show all posts

Catatan Percakapan Sunya Nirvana: Ah, apa hubungan Panji dengan Sutasoma? (3)


Ah, apa hubungan panji dengan Sutasoma? Pertanyaan ini muncul dari kenakalan saya. Sebab tidak ada yang menanyakan kepada saya soal ini. Dan saya tahu darimanapun pertanyaannya, akhirnya harus saya jelaskan, mengapa pola gerak panji bisa klop dengan kisah Sutasoma.

Catatan Proses Drama Tari Percakapan Sunya Nirvana (2)


Dari PUYUNG ke ASIBAK (setengah)

Tiga minggu pertama, proses pelatihan Drama tari Percakapan Sunya Nirvana ini mulai membuat saya terdesak oleh kenyataan; pilihan untuk melibatkan remaja yang belum bisa menari; (alasannya agar proses penularan  pola gerak panji tidak tercampuri  oleh 'kemampuan' menari yang kini berkembang jauh dari pelatihan dasar): untuk jatuh risau: apakah mereka akan sanggup melewati fase latihan dasar ini?

Catatan Proses Percakapan Sunya Nirvana (1)


Puyung

Setiap kali mendengar kisah panji, bayangan yang akrab dalam ingatan masyarakat Bali adalah kisah-kisah yang dipentaskan dalam pentas drama gong; kisah yang berkisar tentang sang pahlawan (Inu Kertapati) yang 'tersesat jalan' disaat mencari cintanya yang sejati (Galuh Daha); Peran Protagonis, antagonis, dsbnya hadir begitu jelas dalam pementasan drama gong, biasanya, berakhir happy ending. Dalam tradisi teks, kisah panji yang paling diagungkan bertitel Panji Malat Rasmi; dimainkan dalam palegongan kemudian dalam drama tari Gambuh; pengkisahan kerajaan-kerajaan yang iidentifikasikan sebagai padmawilatika (para penguasa majapahit); dengan pola struktur kekuasaan antara posisi Daha dan Kahuripan yang lebih dimuliakan, menyusul para sepupu Gegelang, pajarakan,Mataum dsbnya. Kisah Panji yang menyusup dalam Gambuh telah melahirkan pola gerak panji, demikian pula dalam drama gong maupun karakter lainnya dalam pementasan lainnya: Panji dari teks menginspirasi 'kecirian' karakater panji dari sifat hingga tata cara berbusana. Tampilan Panji selalu 'dibedakan'. Menggugah sekali bagaimana teks ini menyetir proses pembayangan penjelmaan panji dalam pemanggungan.