Cerita Serial: Kalki Bagian 4

Cerita Serial: Kalki Bagian 4     Senja menjelang malam di Warung Mayian, lokasi : di wilayah Kaum Kota! Saat pengunjung memenuhi warung, memesan kopi dan penganan, layar-layar televisi tiba-tiba bermunculan; seperti cahaya biru awalnya lalu berputar-putar menegaskan dimensinya; layar televisi kini telah menjadi opticsuperflat, yang bisa dimunculkan dimana-mana. Dan  senja itu,...

Cerita Serial: Kalki Bagian 3

Cerita Serial: Kalki Bagian 3     Para peramal membayangkan masa depan itu serba canggih, serba super teknologi, mereka lupa, kenyataan justru membalikkan ramalan. Bahkan jungkir balik. Berbagai bencana mengembalikan sebagian manusia kepada sang bumi…piring terbang itu cuma impian, kendaraan tetap beroda, bahkan lebih banyak berbalik menggunakan kuda dengan pelana, perahu dan jukung…. Kampung...

Cerita Serial: Kalki Bagian 2

Cerita Serial: Kalki Bagian 2     Kampus klasik,  hanya tersisa di beberapa wilayah, menimbulkan pro dan kontra antar kaum. Revolusi pendidikan sudah terjadi puluhan tahun bahkan pernah mencapai puncaknya dengan penyanderaan serentak seluruh kaum pelajar. Untungnya itu kemudian berakhir damai dengan satu alasan; pengetahuan tetap milik semua! Namun sejak itu sistem pendidikan berubah...

Menonton Gedebong Goyang di Sanur Village Festival 2011

    Lewat sebuah email Ibu Rucina mengumumkan Gedebong Goyang akan pentas di Sanur Village Festival. Sebuah surat yang tak bertele-tele, lalu akibatnya sms pun berhamburan sebab penggemar Gedebong Goyang cukup banyak diseantero Ubud dan Denpasar. Dan terjadilah kelucuan ketika memasuki area di Padang Galak di jalan Matahari...

Cerita Serial: Kalki bagian 1

Cerita Serial: KalkiBagian 1 Rasanya baru kemarin tahun 2012.     Seekor tikus melesat, melintas tak akan pernah menoleh. Larung mendengus, menghirup udara; pasukan itu ada di sekitar sini, pikirnya dengan perasaan tak menentu. Model perang tua masih dilakukan sampai kini: gerilya. Dulu, perang dengan strategi tembak-lari ini dilakukan oleh para tetua dan hasilnya memang merepotkan...

Men Ami Disembunyikan Wong Samar....

Sudah jam Sembilan!     Ini sudah siang, tetapi toko kecil Men Ami belum buka. Biasanya, jam lima pagi sudah dibuka. Kemana Men Ami? Kenapa warungnya tutup tanpa pengumuman? Jika ada upacara atau acara keluarga, sehari sebelumnya biasanya Men Ami sudah bercerita. Beberapa orang yang gagal berbelanja dengan langkah ringan...

Nang Oman Ditimpa Pawisik

    Gerimis bercampur angin masih terasa di kulit. Sesekali berhembus memasuki rumah. Pagi belum terang benar, tetapi  Nang Omang sudah berdandan; destar putih, baju putih, kain putih; semuanya serba putih. Istri Nang Oman, Mang Manik pun demikian, sudah selesai berdandan; kini tengah merapikan isi bokor, tempat kewangen dan canang, yang dengan suara pelan menanyakan kepada pembantunya,...

Penyurutan Makna Ruwatan Oleh Sensasi

Tradisi Sastra Ruwatan Yang Dipanggungkan: Penyurutan Makna Ruwatan Oleh Sensasi Hingga di penghujung tahun 2011; pertunjukan drama tari Calon Arang kembali (masih menjadi trend di Bali. Bahkan kini tayangan televisi stasiun lokal di Bali rajin menayangkan pula. Dari pengamatan, hampir semua pemeran dalam tradisi pertunjukan Calon Arang...

Belajar ke Pasar: "MAMEKEN" menemui KERIMIK PEKEN

"Peken":  begitu caranya menyebut pasar tradisional di Bali: "meken"; artinya pergi ke pasar dengan tujuan belanja. "Pekenan" : artinya hari besarnya pasar atau sering di sebut 'beteng', yang suka otak-atik kata mengira-ira 'beteng' ini dari kata 'bet': penuh sesak. Padahal itu terkait dengan 'wewaran'; pasah, beteng, kajeng. Sebab di pasar lain, ada juga yang menggunakan pasah bahkan kajeng...