Mungkin kini engkau bahagia, ah, itu relatif. Bangkit dari rasa kehilangan, tetaplah tak membuat hati seketika nyaman. Seperti ranting patah, tak mungkin disambung utuh. Potong saja, biarkan ranting lain tumbuh dan barangkali akan lebih subur, daunnya akan rimbun, membuat hati jadi teduh. Mungkin jauh di dalam hati, engkau merindukan sebuah pertemuan, tempat bercerita tanpa beban, menangis ataukah...
Lalu Dimanakah Keberanian Sesungguhnya Berdiam (?)
semisal kita bercakap dalam keterbataan, namun hati adakah yang tahu, mungkin aliran sungai akan iri, tak terbendung kecipaknya dari hulu ke hilir. tapi biarlah percakapan menjadi ranting patah, kadang tak lepas dari cabangnya. semisal itu terjadi, lalu dada menjadi sesak antara hangat dan kenyerian, tak tahu mesti mengurai yang mana mesti dijelaskan. Apakah iya, aku pernah membencimu? ataukah diam...
kategori:
Catatan
Siapa Diantara Kita Yang Akan Menyapa Lebih Dahulu
bayangkan bila kegilaan merasuki kepalaku. akal sehat lenyap dan keangkuhan berganti menjadi kata hati. pasti aku akan menelponmu. tak perduli apa reaksimu. geraham ini mengatup, air yang tersedot dari tanah mendengung. mungkin beberapa hari lagi, sarapan pagi bersama mempertemukan kita. kembali kerikuhan itu menandai kita. membuatku membisu seakan tak perduli, walau dalam hati, betapa bahagiaku jika...
kategori:
Catatan
Bulan Sabit di Langit JAKARTA
entah. kenapa wajah bulan saat sabit di langit jakarta jadi tegas dan terang. wajahmu juga serentak demikian benderang dalam ingatan. segelas red wine ditangan membawa ke masa lalu. memandangmu dari dekat, dalam diam, engkau selalu bersemangat untuk membuatku nyaman.berusaha dengan kerikuhan untuk membuatku merasa dekat. menawarkan makanan kecil, mereweli asap rokok, juga kadang duduk dekat seolah...
kategori:
Catatan
Bakal MANUSIA SUCI
Kamu (kusebut demikian agar lebih intim) ketimbang kalian, mungkin hari ini harus merelakan harapan pada cinta, sebab seseorang telah menyatakan cinta melalui sms; padahal belum pernah bertemu muka dan cinta menjadi sebatas pesan pendek; tanpa keagungan, tanpa geletar, tetapi sms itu diterima dengan gelisah; seperti ada ruh yang terguncang, begitulah, ketika suatu malam seseorang yang memujamu sedemikian...
kategori:
Catatan
Kisah Cacing Yang Sederhana
Suatu hari Rsi Abyasa, Rsi yang menguasai ilmu di tiga dunia berjalan di jalan raya ramai penuh kereta, tak sengaja ia menunduk dan melihat ada seekor cacing yang melintas diantara roda-roda kereta dengan gerakan gila. Dengan heran Abyasa memperhatikan, hingga si cacing tiba di tepi jalan. Lalu disapanya si cacing dengan bahasa cacing,"Hai, temanku, kenapakah engkau melintas sedemikian rupa.."
Si...
kategori:
Cerita
Setelah Rama Patahati...
Setelah Rama patahati, sebab harus membuang Sita di tepi gangga, demi menjaga citra sebagai lelaki dan raja; sebab tidaklah mungkin berdebat dengan seluruh rakyat untuk menjelaskan kalau Sita itu tetap setia walau sudah diculik berbulan-bulan oleh Rahwana. Sudahlah. Rama memilih menjadi raja patahati dan menyibukan diri dengan pekerjaan mengurus rakyat, sehingga lupa akan rasa patahatinya.
Biarlah...
kategori:
Cerita
Sembada, Dari Kisah Tantri Kamandaka: Kematian Karena Bercerita Tanpa Bukti dan Saksi
Entah. Entah apa yang menuntun Patih Sembada pagi itu mendekati tepi danau. Tak ada kerisauan, tak ada kekecewaan. Hatinya lapang, pikirannya terang. Pekerjaannya baik-baik, keluarganya pun baik-baik. Kesehatan dan kesejahteraannya pun baik! Namun entah kenapa, pagi itu ia melesat menuju tepi danau dan kemudian terpana saat menyaksikan, di seberang sana, di batas antara wilayah kerajaan hutan, di...
kategori:
Cerita
Subscribe to:
Posts (Atom)
Banyak dibaca
-
NAMA saya Nagari. Umur, tiga puluh tahun. Tanpa harus dijelaskan, saya sudah paham. Sore itu, sehabis mandi dan rambut saya masih basah, pin...
-
TEKS TANTU PANGGELARAN DIKETIK DARI SALINAN KOLEKSI KELUARGA Keterangan lontar ini ditulis diperkirakan pada abad 15. Dan salinannya ber...
-
Berjingkat keraguan pada malam-malammu Aku tak bersalah, aku tak bersalah Mencintai itu bukan soal Suara-suara yang mendera Melecut hati Aku...
-
(bagian Kedua tulisan Mite dan Legenda Bali: bertanding dengan kisah-kisah dunia) Mite yang dapat dijadikan bandingan mengenai asal u...
-
lepaslah engkau. bebaslah engkau kemana hati hendak singgah remah remahnya berjatuhan ke tanah tak jauh aku, menahan pandangan saat ...
Kategori
Arja
Artikel
Bali
Banda Aceh
Bapaku
Batanghari
Batubulan
Brata
Brayut
Buddha Kula
Budhakeling
Buku
Calon Bupati
Candi Boko
Candra Bherawa
Catatan
Cerita
Cerpen
Chairil Anwar
Chandra Bherawa
Cinta
Dayu Arya
Denpasar
Drama
Dramatur
Epik
Festival
Galungan
Gede Bagus
Geruritan
Gunung Agung
Hindu
Hindu Bali
Ibuku
Icaka
Ical Nyukhin
Imlek
Kalapa
Kalki
KAPAK TUJENG
KECERDASAN SUKMA
Keluarga
Kemerdekaan
Kisah Panji
Koleksi Keluarga
Komedi
Kuningan
Legenda Bali
Lelaki Tua
Maguru Sisia
Men Ami
Minoritas
Mite
Monolog
Nagari
Naskah
Negara Tentangga
Ngembak
Novel
Nyepi
Parade
Pasraman
Pekenan
Pelopor Angkatan 45
Pentas
Perayaan
Perempuan
Petikan
PILKADA
Ponakan
Prolog
Prosa
Puisi
Pura Pasar Agung
Purnamane
Renungan
Review
RISET
Ritus
Ruwatan
Sanur
Saraswati
SASTRA PEMIKIRAN
Satria
Sejarah
Sekolah
Sensasi
Serial
Siki
Sinopsis
Siwa Buddha
Siwa Gama
SUNYA NIRVANA
Sutasoma
Tantri
Tapa Brata
Tari
Teater
Tembakau
Tradisi
Tumbal Dewi
Tutur Nyatur
Ubud
Upacara
Workshop
Arsip
- March 2020 (3)
- February 2016 (4)
- January 2016 (33)
- August 2015 (9)
- April 2015 (1)
- March 2015 (8)
- February 2015 (2)
- December 2014 (24)
- January 2012 (5)
- December 2011 (4)
- November 2011 (9)
- October 2011 (1)
- September 2011 (6)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (4)
- April 2011 (3)
- March 2011 (4)
- February 2011 (1)
- January 2011 (4)
- October 2010 (6)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- May 2010 (4)
- March 2010 (1)
- January 2010 (6)
- December 2009 (2)
- November 2009 (12)
- October 2009 (14)
- September 2009 (5)
- August 2009 (7)
- July 2009 (15)
- June 2009 (8)
- May 2009 (2)
- October 2008 (1)