Gerimis bercampur angin masih terasa di kulit. Sesekali berhembus memasuki rumah. Pagi belum terang benar, tetapi Nang Omang sudah berdandan; destar putih, baju putih, kain putih; semuanya serba putih. Istri Nang Oman, Mang Manik pun demikian, sudah selesai berdandan; kini tengah merapikan isi bokor, tempat kewangen dan canang, yang dengan suara pelan menanyakan kepada pembantunya, apakah sajen sudah siap?
Pagi yang terasa berbeda dari biasanya, pikir Nang Omang! Lalu ia mengerutkan dahi, iya! Rasanya memang berbeda! Komat-komat Nang Omang memikirkan perasaannya; memang berbeda! Dengan langkah pasti, ia ke luar kamar, "Bu, sudah siap? Bapak merasa Ida Hyang sudah memanggil…" Ucapnya dengan suara datar.
Pagi yang terasa berbeda dari biasanya, pikir Nang Omang! Lalu ia mengerutkan dahi, iya! Rasanya memang berbeda! Komat-komat Nang Omang memikirkan perasaannya; memang berbeda! Dengan langkah pasti, ia ke luar kamar, "Bu, sudah siap? Bapak merasa Ida Hyang sudah memanggil…" Ucapnya dengan suara datar.



