NGEBAT, WALTZ DAN AYAHKU

Jika saya suka memasak, itu jelas pengaruh almarhum ayah saya. Saat penyajaan (dua hari menjelang galungan dan sehari sebelum penampahan) mau tak mau ayah akan meminta saya menyiapkan 'base-base' tapi itu rasanya semua keluarga di Bali mengalihkan keterampilan memasak dan juga keterampilan lain untuk kelengkapan upacara : terjadi alamiah. Mau tak mau harus bisa. Kalau mahir itu bonus. Atau memang menyukai memasak atau mejejaitan dll. Entahlah. Kemarin melintas ingatan saya pada almarhum : aneh, ternyata ayah pernah mengajari saya berdansa : waltz. Entah untuk acara apa itu. Saya ingat : di ruang tamu yang luang itu : ayah mengajar ketukan 3/4 lalu berputar arah. Kalau tak salah ada tiga tahap langkah. Aiih. Saat itu saya tak bertanya : mengapa ayah bisa dansa? Sebab kemampuan ayah saya lumayan. Saya masih ingat : ada bedanya kalau di ruangan tutup atau di luar ruangan. Aneh. Saya merasa sesuatu menggetarkan hati. Kenapa ya saya ingat justru saat itu: saat di ruang tamu: ayah mengajarkan saya dansa waltz!. (Jagi rawuh ring galungan kantos kuningan dewata dewati titiange) - penyajaan 2024

No comments:

Post a Comment