Dia muda, nyaman dan mapan. Masa depannya telah jelas : dia bakal jadi penguasa. Sutasoma memilih pergi dari semua kenyamanan itu. Masih muda, kategori remaja, belum menikah. Tapi entah kenapa dia galau dalam kenyamanan itu. Entah mengapa dia merasa tak tumbuh juga tak kembang. Tentu kegalauannya itu membuat semua orang jadi ikutan galau. Sekaligus tak berdaya. Keputusannya itu : pergi menjauh dari kenyamanan. Berpaling dari kemegahan kekuasaan. Gila itu! Keputusan absurd. Dia menyusuri hutan, mendaki gunung, menerabas gurun. Melapar dan menghauskan diri. Penyiksaan kepada tubuhnya itu menyerikan hati. Mengapa Mpu Tantular mengangkat tokoh Sutasoma ini (?) Karena dia penganut Budha (?) Mari memasuki kegalauan zaman itu. Saat Mpu Tantular menuliskan ini adalah saat Majapahit menyambut penguasa baru, yang usianya berkisar 16 tahunan. Dan walau mendebarkan : ada seorang ibu yang memangkunya juga Mahapatih Gajahmada. Lalu apa yang direnungkan oleh Mpu Tantular itu (?) Mengapa menghadirkan Sutasoma yang muda dan memilih pergi dari zona nyaman (?) Penguasa kala itu sangat kuat dan tangguh setelah melewati berbagai gejolak dan huru hara. Era itu penguasa pada tahap tak terkoreksi. Hampir tanpa pesaing bahkan oposan. Nyamannya kekuasaan pastilah melahirkan kebebalan. Menggoda kecongkakan. Juga pelemahan mental. Kenyamanan sering melahirkan kaum rebahan bahkan sampai otaknya rebahan. Dan pasti tak akan ada yang berani memberi bisikan : semua kenyamanan dalam kekuasaan itu memiliki akhir. Tragis bahkan. Maka Sutasoma, anak muda, sudah pasti akan berkuasa alami kegalauan atau ambivalensi perasaan : seperti hendak menyatakan : zona nyaman ini melelahkan karena tak ada lagi yang menantang. Bahkan tak ada lagi hasrat pencapaian. Segalanya jadi permainan. Keriangan yang garing. Kemegahan yang mengeringkan hati. Sutasoma menemui kenyataan. Ya! Diajak menemui kenyataan. Anak muda itu dengan kulit tubuh lembut halus menerabas semak belukar yang tajam, menggiris kulitnya. Dipertemukan dengan ambivalensi perasaannya yang selama ini tak dipahami. Kegalauan itu ditemuinya pada berbagai duka cita hidup. Maka mulailah kisah sutasoma itu yang tentu saja tak akan jadi bacaan menarik bagi penguasa kala itu. Demikian! (Sambil menonton latihan Gambuh Masutasomanya Dayu Arya Dayu Ani potonya dari Luciana Ferrero ) Ayu Weda Gunarta Made Suliati Boentaran
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Banyak dibaca
-
TEKS TANTU PANGGELARAN DIKETIK DARI SALINAN KOLEKSI KELUARGA Keterangan lontar ini ditulis diperkirakan pada abad 15. Dan salinannya ber...
-
Dalam seni pertunjukan di Bali. Menarikan Rangda itu telah distigma : menuju tampil angker, menyeramkan, pencapaiannya : bikin takut! Hing...
-
Para keponakan saya, tentu tak akan alami apa yang saya alami saat kecil. Ingatan hari raya Saraswati. Bila Nyaraswaten tiba. Sehari sebelum...
-
Akhirnya, drama tari Percakapan Sunya Nirvana ini pentas di desa Budhakeling (19 Oktober 2010), Karangasem Bali, di griya jelantik, di ruma...
-
tak ada yang lebih mulia membawa airmata dalam lelap tidur kemarau hilang rumput menghijau diairinya lagi, aku bertanya kepada hati...
Kategori
Arja
Artikel
Bali
Banda Aceh
Bapaku
Batanghari
Batubulan
Brata
Brayut
Buddha Kula
Budhakeling
Buku
Calon Bupati
Candi Boko
Candra Bherawa
Catatan
Cerita
Cerpen
Chairil Anwar
Chandra Bherawa
Cinta
Dayu Arya
Denpasar
Drama
Dramatur
Epik
Festival
Galungan
Gede Bagus
Geruritan
Gunung Agung
Hindu
Hindu Bali
Ibuku
Icaka
Ical Nyukhin
Imlek
Kalapa
Kalki
KAPAK TUJENG
KECERDASAN SUKMA
Keluarga
Kemerdekaan
Kisah Panji
Koleksi Keluarga
Komedi
Kuningan
Legenda Bali
Lelaki Tua
Maguru Sisia
Men Ami
Minoritas
Mite
Monolog
Nagari
Naskah
Negara Tentangga
Ngembak
Novel
Nyepi
Parade
Pasraman
Pekenan
Pelopor Angkatan 45
Pentas
Perayaan
Perempuan
Petikan
PILKADA
Ponakan
Prolog
Prosa
Puisi
Pura Pasar Agung
Purnamane
Renungan
Review
RISET
Ritus
Ruwatan
Sanur
Saraswati
SASTRA PEMIKIRAN
Satria
Sejarah
Sekolah
Sensasi
Serial
Siki
Sinopsis
Siwa Buddha
Siwa Gama
SUNYA NIRVANA
Sutasoma
Tantri
Tapa Brata
Tari
Teater
Tembakau
Tradisi
Tumbal Dewi
Tutur Nyatur
Ubud
Upacara
Workshop
Arsip
- April 2026 (9)
- March 2020 (3)
- February 2016 (4)
- January 2016 (33)
- August 2015 (9)
- April 2015 (1)
- March 2015 (8)
- February 2015 (2)
- December 2014 (24)
- January 2012 (5)
- December 2011 (4)
- November 2011 (9)
- October 2011 (1)
- September 2011 (6)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (4)
- April 2011 (3)
- March 2011 (4)
- February 2011 (1)
- January 2011 (4)
- October 2010 (6)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- May 2010 (4)
- March 2010 (1)
- January 2010 (6)
- December 2009 (2)
- November 2009 (12)
- October 2009 (14)
- September 2009 (5)
- August 2009 (7)
- July 2009 (15)
- June 2009 (8)
- May 2009 (2)
- October 2008 (1)


No comments:
Post a Comment