MUNGKINKAH MUARA TRADISI MADAHA?
Cukup lama, sungguh lama, pertanyaan-pertanyaan muncul dalam kepala, bila menyaksikan tari rejang dalam upacara-upacara besar agama Hindu di Bali.Selalu pertanyaan itu henti pada penjelasan; rejang sebagai tari wali atau sebagai gambaran penyambutan kepada turunnya batara-batar(?) Bahkan Tradisi Rejang hingga kini selalu dilakukan menjelang hari Kuningan di berbagai...
Ritus Air
TIRTHA NGARAN AMERTA
Air adalah salah satu dari Panca Mahabhuta (lima energi besar/agung) yang membentuk bhuwana agung juga bhuwana alit. Orang Bali dahulu menyebut agamanya secara karib dengan sebutan “Gama Tirta". Karena itu ada perilaku khas kepada air, yang tidak semata menempatkan air sebagai dua hidrogen dan satu oksigen.Tidak sebatas rumus H2O. Air (aik- we, juga sebutan air diwaktu lampau),...
Bali, me'nyepi' pada sebuah negeri republik
Bali, aku bertanya, tahun berapa engkau menjadi bagian negara Indonesia? Mungkin baru tahun 1950-an, saat kemerdekaan Indonesia diucapkan, Bali masih dalam kuasa-kuasa transisi antara Belanda dan Jepang. Sedang Nyepi telah lampau dilaksanakan di bali, bahkan sebelum kekuasaan raja-raja Bali. Dalam tradisi tatwa Bali, maka Nyepi adalah perintah Hyang Pasupati kepada tiga putranya Hyang Gnijaya berstana...
Ibu, kapan nyepi itu kapan mulainya?
Menikmati gelap di serambi, ibu saya dengan ingatan berayun-ayun, sekelebat entah apa yang melintas dalam ingatannya," Nyepi itu kapan mulainya? dahulu pastilah tidak seperti sekarang rasanya, dahulu belum ada listrik, kita semua mengenal malam sebagai gelap, hanya sentir...obok...kadang obor di halaman...sundih!" --Entah. Saya berusaha membiarkan ibu mengingat, agar ingatannya berjalan pelahan. Lalu...
SENGUE
senyap senyaplah akuberenang dalam gelapmupantai tak jauhgelombang beri buihtanda tandabintang berbalap kerliphilang suara, hilang riuhkau dan aku pernah mengira jalan terang itugelap tak menutup matahati miliki api yang menyalamelihat tepianbuih-buih kemilaucemburukan bintangkini senyap senyaplah akuberkecipak dalam terangnya gelappercayakah kaujalan terang itusesungguhnya senyap(SERI PEMBURU BATU,...
kategori:
Puisi
Ibu saya mengintip nyepi
Pagi sekali ibu saya bertanya pelan,"sekarang nyepi ya?" saya menjawab, ya. Ibu saya memang sudah sangat pikun, tak lama kemudian ia bertanya lagi,"hari apa ini?" saya menjawab,"nyepi..." Lalu ibu saya melangkah mendekati jendela, menyingkap korden dengan pelahan, ia mengintip ke jalan. Rumah kami memang letaknya di pinggir jalan dan di sebelahnya balai banjar." Tidak boleh ke jalan?" tanyanya kepada...
Renungan Nyepi, Bagai Telur Yang Dierami
BANYAK TEMAN & KENALAN, MENJADI PEMANGKUSelalu saya harus terkejut bila pulang kampung atau saat sembahyang ke beberapa Pura Sad Kahyangan juga bila pergi kondangan, tiba-tiba bertemu teman, yang sudah berbusana menciri-cirikan telah melakukan pewintenan Eka Jati, otomatis saya bertanya," sampun ngiring, puniki?" dengan sumringah selalu saya mendapat jawaban,"inggih..." disertai cerita mengapa...
Teater Adalah Kita

CATATAN TENTANG WORKSHOP TEATER ADALAH KITATahun 2002 lalu, saya mulai memikirkan mengenai modul workshop teater yang tidak ala kadarnya. Sebab saya kerap mengamati dan mengalami, banyak pengetahuan mendasar mengenai teater tidak terbagi dalam proses pelatihan. Sebab kebanyakan pelatihan teater urusannya selalu disebabkan oleh tujuan...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Banyak dibaca
-
NAMA saya Nagari. Umur, tiga puluh tahun. Tanpa harus dijelaskan, saya sudah paham. Sore itu, sehabis mandi dan rambut saya masih basah, pin...
-
TEKS TANTU PANGGELARAN DIKETIK DARI SALINAN KOLEKSI KELUARGA Keterangan lontar ini ditulis diperkirakan pada abad 15. Dan salinannya ber...
-
Berjingkat keraguan pada malam-malammu Aku tak bersalah, aku tak bersalah Mencintai itu bukan soal Suara-suara yang mendera Melecut hati Aku...
-
(bagian Kedua tulisan Mite dan Legenda Bali: bertanding dengan kisah-kisah dunia) Mite yang dapat dijadikan bandingan mengenai asal u...
-
lepaslah engkau. bebaslah engkau kemana hati hendak singgah remah remahnya berjatuhan ke tanah tak jauh aku, menahan pandangan saat ...
Kategori
Arja
Artikel
Bali
Banda Aceh
Bapaku
Batanghari
Batubulan
Brata
Brayut
Buddha Kula
Budhakeling
Buku
Calon Bupati
Candi Boko
Candra Bherawa
Catatan
Cerita
Cerpen
Chairil Anwar
Chandra Bherawa
Cinta
Dayu Arya
Denpasar
Drama
Dramatur
Epik
Festival
Galungan
Gede Bagus
Geruritan
Gunung Agung
Hindu
Hindu Bali
Ibuku
Icaka
Ical Nyukhin
Imlek
Kalapa
Kalki
KAPAK TUJENG
KECERDASAN SUKMA
Keluarga
Kemerdekaan
Kisah Panji
Koleksi Keluarga
Komedi
Kuningan
Legenda Bali
Lelaki Tua
Maguru Sisia
Men Ami
Minoritas
Mite
Monolog
Nagari
Naskah
Negara Tentangga
Ngembak
Novel
Nyepi
Parade
Pasraman
Pekenan
Pelopor Angkatan 45
Pentas
Perayaan
Perempuan
Petikan
PILKADA
Ponakan
Prolog
Prosa
Puisi
Pura Pasar Agung
Purnamane
Renungan
Review
RISET
Ritus
Ruwatan
Sanur
Saraswati
SASTRA PEMIKIRAN
Satria
Sejarah
Sekolah
Sensasi
Serial
Siki
Sinopsis
Siwa Buddha
Siwa Gama
SUNYA NIRVANA
Sutasoma
Tantri
Tapa Brata
Tari
Teater
Tembakau
Tradisi
Tumbal Dewi
Tutur Nyatur
Ubud
Upacara
Workshop
Arsip
- March 2020 (3)
- February 2016 (4)
- January 2016 (33)
- August 2015 (9)
- April 2015 (1)
- March 2015 (8)
- February 2015 (2)
- December 2014 (24)
- January 2012 (5)
- December 2011 (4)
- November 2011 (9)
- October 2011 (1)
- September 2011 (6)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (4)
- April 2011 (3)
- March 2011 (4)
- February 2011 (1)
- January 2011 (4)
- October 2010 (6)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- May 2010 (4)
- March 2010 (1)
- January 2010 (6)
- December 2009 (2)
- November 2009 (12)
- October 2009 (14)
- September 2009 (5)
- August 2009 (7)
- July 2009 (15)
- June 2009 (8)
- May 2009 (2)
- October 2008 (1)