Pesta Kesenian Bali ke-32 mengusung tema Sudamala; yang dalam tradisi Bali, seni yang mengusung kisah sudamala dipahami sebagai Lakon ruwatan; pengobatan bagi jiwa dalam kerangka hubungan perasaan sosial, hubungan manusia dengan alam dan 'hyang' (kuasa hidup asal muasal); berakar kepada beberapa kisah; baik berupa kidung maupun prosa,yang teksnya dikategorikan sastra yang justru rancu jika dirujuk ke dalam kisah-kisah besar seperti Mahabarata (adi parwa); lakon-lakon ruwatan dalam kolom sastra klasik dikategorikan sebagai kisah non sastra; sering hanya ditandai sebagai bentuk kidung ataukah prosa atau jika tokoh-tokohnya dari kisah besar, teksnya sering disebut sebagai 'carangan'; Kisah-kisah yang disusun untuk tujuan historis maupun nasehat-nasehat mulia (tutur).
PESTA KESENIAN BALI YANG KE 32 MENCARI SUDAMALA DALAM SENI PERTUNJUKAN berharap : seni sebagai pengobatan!
Pesta Kesenian Bali ke-32 mengusung tema Sudamala; yang dalam tradisi Bali, seni yang mengusung kisah sudamala dipahami sebagai Lakon ruwatan; pengobatan bagi jiwa dalam kerangka hubungan perasaan sosial, hubungan manusia dengan alam dan 'hyang' (kuasa hidup asal muasal); berakar kepada beberapa kisah; baik berupa kidung maupun prosa,yang teksnya dikategorikan sastra yang justru rancu jika dirujuk ke dalam kisah-kisah besar seperti Mahabarata (adi parwa); lakon-lakon ruwatan dalam kolom sastra klasik dikategorikan sebagai kisah non sastra; sering hanya ditandai sebagai bentuk kidung ataukah prosa atau jika tokoh-tokohnya dari kisah besar, teksnya sering disebut sebagai 'carangan'; Kisah-kisah yang disusun untuk tujuan historis maupun nasehat-nasehat mulia (tutur).
kategori:
Catatan
PERAYAAN 1 JUNI, JAYARAYA PANCASILA: BERGERAKNYA GERAKAN REVOLUSI MORALITAS NEGERI
Latar Belakang
Nusantara, wilayah orkestra dunia yang bergema sepanjang masa. Sebuah diaspora besar-besaran terjadi ketika bencana mahabesar yang menghancur-menenggelamkan surga bumi mengirim pergi sedikit dari mereka yang selamat ke berbagai tempat di muka bumi ini. Mereka membawa "benih" peradaban yang agung. Surga bumi, bahwa yang dimaksud adalah taman hesperides jiwa dunia yang terletak di khatulistiwa. Puing-puing kepulauannya kemudian bernama INDONESIA.
Jauh sebelum yuga-yuga (masa-masa geologis) berakhir, masa Lemuria surga pertama terbentuk, wilayah tersebut berfungsi sebagai tanah kelahiran umat manusia, dan cenderung ditimpa malapetaka dahsyat yang menggoncang dunia dari keberadaan pilar-pilar langit, gunung berapi mahadahsyat (bajra). Hindu dan Budha, sebagaimana diakui oleh para penjelajah ujung dunia, adalah agama nenek moyang (wiwitan) dari tanah suci Indonesia. BALI ADALAH PEWARISANNYA YANG TERAKHIR.
Nusantara, wilayah orkestra dunia yang bergema sepanjang masa. Sebuah diaspora besar-besaran terjadi ketika bencana mahabesar yang menghancur-menenggelamkan surga bumi mengirim pergi sedikit dari mereka yang selamat ke berbagai tempat di muka bumi ini. Mereka membawa "benih" peradaban yang agung. Surga bumi, bahwa yang dimaksud adalah taman hesperides jiwa dunia yang terletak di khatulistiwa. Puing-puing kepulauannya kemudian bernama INDONESIA.
Jauh sebelum yuga-yuga (masa-masa geologis) berakhir, masa Lemuria surga pertama terbentuk, wilayah tersebut berfungsi sebagai tanah kelahiran umat manusia, dan cenderung ditimpa malapetaka dahsyat yang menggoncang dunia dari keberadaan pilar-pilar langit, gunung berapi mahadahsyat (bajra). Hindu dan Budha, sebagaimana diakui oleh para penjelajah ujung dunia, adalah agama nenek moyang (wiwitan) dari tanah suci Indonesia. BALI ADALAH PEWARISANNYA YANG TERAKHIR.
kategori:
Catatan
PILKADA DI BALI; BERAPA BIAYA YANG DIKELUARKAN….JAWABANNYA: ENTAH!!!
Berapa sesungguhnya biaya yang diperlukan oleh seorang calon wakil rakyat dan calon pimpinan lokal? Dari tingkat kabupaten hingga provinsi? Jawabannya: entah! KPUD baik kabupaten maupun provinsi dalam tugasnya pastilah menganggarkan dalam jumlah milyaran; untuk biaya operasional KPUD itu sendiri, itu bahasa awamnya, tidak perlu masyarakat tahu, sebab sekarang semuanya serba transparan, tidak ragu, peruntukannya jelas kok!
Namun tak pernah jelas kemudian, apakah biaya besar itu termasuk memfasilitasi para calon wakil rakyat dan calon pimpinan lokal? --KPUD , kata seorang teman, adalah lembaga yang paling sibuk mempelajari perubahan perarturan. Setiap saat, KPUD harus meralat informasinya mengenai berbagai perarturan menyangkut proses pemilihan. Berbagai persoalan teknis dari penghitungan suara sampai soal jumlah Tempat Pemungutan Suara, belum lagi soal administrasi pendaftaran, partai-partai baru yang masih ribet dengan eksistensinya selalu akan menjadi pendorong KPUD dimanapun untuk memerlukan 'biaya lembur', menyebakan banyak biaya-biaya yang harus dikeluarkan!
Namun tak pernah jelas kemudian, apakah biaya besar itu termasuk memfasilitasi para calon wakil rakyat dan calon pimpinan lokal? --KPUD , kata seorang teman, adalah lembaga yang paling sibuk mempelajari perubahan perarturan. Setiap saat, KPUD harus meralat informasinya mengenai berbagai perarturan menyangkut proses pemilihan. Berbagai persoalan teknis dari penghitungan suara sampai soal jumlah Tempat Pemungutan Suara, belum lagi soal administrasi pendaftaran, partai-partai baru yang masih ribet dengan eksistensinya selalu akan menjadi pendorong KPUD dimanapun untuk memerlukan 'biaya lembur', menyebakan banyak biaya-biaya yang harus dikeluarkan!
kategori:
Catatan
MONO-LOG : MARAK’US
(hanya cuplikan)
MALAM HAMPIR PUKUL KE JARUM 10. BERDEGUM-DEGUM MUSIK, BERBINAR-BINAR MENYILAUKAN LAMPU-LAMPU YANG GENIT MENAWARKAN WARNA-WARNINYA. ANEH. TIDAK ADA AROMA MINUMAN KERAS, TAPI JUSTRU AROMA HARUM PARFUM MERUAK. GADIS-GADIS MEMAKAI DRESS KETAT, MEMPERLIHATKAN BAHUNYA, LELAKI LELAKI MEMAKAI CELANA YANG MENGEMBANG DI PANTAT AGAK MELOROT HINGGA PANTAT ITU KELIHATAN MENIPIS.
MALAM HAMPIR PUKUL KE JARUM 10. BERDEGUM-DEGUM MUSIK, BERBINAR-BINAR MENYILAUKAN LAMPU-LAMPU YANG GENIT MENAWARKAN WARNA-WARNINYA. ANEH. TIDAK ADA AROMA MINUMAN KERAS, TAPI JUSTRU AROMA HARUM PARFUM MERUAK. GADIS-GADIS MEMAKAI DRESS KETAT, MEMPERLIHATKAN BAHUNYA, LELAKI LELAKI MEMAKAI CELANA YANG MENGEMBANG DI PANTAT AGAK MELOROT HINGGA PANTAT ITU KELIHATAN MENIPIS.
kategori:
Teater
PILKADA…YA???
Obrolan di Bali saat ini, walau tidak begitu hangat: adalah Pilkada. Ada beberapa kabupaten dan kota bulan Mei nanti akan melaksanakan pemilihab bupati dan walikota. Seperti biasa, tandanya adalah banyak baliho dipasang, spanduk ucapan ini-itu: lalu muncul posko-posko pendukung; sesekali di televisi nampak iklan para kandidat. Selebihnya, masyarakat bersikap maklum; ada atau tidak pergantian pimpinan; hidup keseharian tidak akan berubah.
Masyarakat dalam diam pun tahu, hanya orang-orang disekitar kandidat itulah yang aktiv, rajin, penuh semangat bahkan satu dua tampil fanatik; meracau bicara soal kandidat yang didukungnya! Ada juga yang memikirkan peluang-peluang untuk mendapat keuntungan dari para kandidat, yang sudah barang tentu : peluang itu berasal dari : proses keputusan seseorang menjadi kandidat, yang karena alasan itu baru memikirkan: apakah wajahnya dikenal oleh masyarakat pemilihnya? Bagaimana caranya mendapatkan rekomendasi: restu sakti dari partai? Barulah setelah kerepotan itu memikirkan dengan tergopoh-gopoh: dimanakah harus mendapatkan dukungan: banjar A mungkin basis partai C, tapi di situ asalnya salah satu kandidat; Desa X mungkin basis partai E, tapi di situ basis beberapa pemimpin informal yang tidak memiliki kandidat: Mungkin ini maksudnya pemetaan politik: dalam politik praktis dikenal adanya pemetaan berdasarkan sosiologis, psikologis dan rasional! Biasanya, diterjemahkan oleh konsultan politik dengan pemaparan profile pemilih di berbagai pelosok kantong-kantong para pemilih.
Masyarakat dalam diam pun tahu, hanya orang-orang disekitar kandidat itulah yang aktiv, rajin, penuh semangat bahkan satu dua tampil fanatik; meracau bicara soal kandidat yang didukungnya! Ada juga yang memikirkan peluang-peluang untuk mendapat keuntungan dari para kandidat, yang sudah barang tentu : peluang itu berasal dari : proses keputusan seseorang menjadi kandidat, yang karena alasan itu baru memikirkan: apakah wajahnya dikenal oleh masyarakat pemilihnya? Bagaimana caranya mendapatkan rekomendasi: restu sakti dari partai? Barulah setelah kerepotan itu memikirkan dengan tergopoh-gopoh: dimanakah harus mendapatkan dukungan: banjar A mungkin basis partai C, tapi di situ asalnya salah satu kandidat; Desa X mungkin basis partai E, tapi di situ basis beberapa pemimpin informal yang tidak memiliki kandidat: Mungkin ini maksudnya pemetaan politik: dalam politik praktis dikenal adanya pemetaan berdasarkan sosiologis, psikologis dan rasional! Biasanya, diterjemahkan oleh konsultan politik dengan pemaparan profile pemilih di berbagai pelosok kantong-kantong para pemilih.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Banyak dibaca
-
rum menangis, saat kukatakan cinta, hujan turunlah menandai airmata, nujum birahi, hati jadi senyap; sebab rum tahu, aku akan pergi, cinta t...
-
Komik silat Kho Ping Ho dapat menjadi akar 'tandingan' ketika membaca novel Iluminasi, karya Lisa febriyanti, terbitan Kaki Langit K...
-
Ditengah panggung diletakkan level kecil; kelir besar dipajang sebelah kanan-kiri panggung belakang. Musik terdengar bergemuruh. Pasukan Ha...
-
ARJA SIKI Proses saya kembali mencoba memahami Arja Siki, tidaklah mudah. Sebab ketika saya memulai melakukan penelitian di tahun 2005, hany...
-
(bagian I: Kahyang Buddhan dalam Budha bali dalam konteks Siwa Buddha) (bagian II: Kahyang Buddhan dalam Budha bali dalam konteks Siwa B...
Kategori
Arja
Artikel
Bali
Banda Aceh
Bapaku
Batanghari
Batubulan
Brata
Brayut
Buddha Kula
Budhakeling
Buku
Calon Bupati
Candi Boko
Candra Bherawa
Catatan
Cerita
Cerpen
Chairil Anwar
Chandra Bherawa
Cinta
Dayu Arya
Denpasar
Drama
Dramatur
Epik
Festival
Galungan
Gede Bagus
Geruritan
Gunung Agung
Hindu
Hindu Bali
Ibuku
Icaka
Ical Nyukhin
Imlek
Kalapa
Kalki
KAPAK TUJENG
KECERDASAN SUKMA
Keluarga
Kemerdekaan
Kisah Panji
Koleksi Keluarga
Komedi
Kuningan
Legenda Bali
Lelaki Tua
Maguru Sisia
Men Ami
Minoritas
Mite
Monolog
Nagari
Naskah
Negara Tentangga
Ngembak
Novel
Nyepi
Parade
Pasraman
Pekenan
Pelopor Angkatan 45
Pentas
Perayaan
Perempuan
Petikan
PILKADA
Ponakan
Prolog
Prosa
Puisi
Pura Pasar Agung
Purnamane
Renungan
Review
RISET
Ritus
Ruwatan
Sanur
Saraswati
SASTRA PEMIKIRAN
Satria
Sejarah
Sekolah
Sensasi
Serial
Siki
Sinopsis
Siwa Buddha
Siwa Gama
SUNYA NIRVANA
Sutasoma
Tantri
Tapa Brata
Tari
Teater
Tembakau
Tradisi
Tumbal Dewi
Tutur Nyatur
Ubud
Upacara
Workshop
Arsip
- May 2026 (8)
- April 2026 (9)
- March 2020 (3)
- February 2016 (4)
- January 2016 (33)
- August 2015 (9)
- April 2015 (1)
- March 2015 (8)
- February 2015 (2)
- December 2014 (24)
- January 2012 (5)
- December 2011 (4)
- November 2011 (9)
- October 2011 (1)
- September 2011 (6)
- August 2011 (1)
- July 2011 (3)
- May 2011 (4)
- April 2011 (3)
- March 2011 (4)
- February 2011 (1)
- January 2011 (4)
- October 2010 (6)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- May 2010 (4)
- March 2010 (1)
- January 2010 (6)
- December 2009 (2)
- November 2009 (12)
- October 2009 (14)
- September 2009 (5)
- August 2009 (7)
- July 2009 (15)
- June 2009 (8)
- May 2009 (2)
- October 2008 (1)


