PILKADA DI BALI; BERAPA BIAYA YANG DIKELUARKAN….JAWABANNYA: ENTAH!!!

Berapa sesungguhnya biaya yang diperlukan oleh seorang calon wakil rakyat dan calon pimpinan lokal? Dari tingkat kabupaten hingga provinsi? Jawabannya: entah! KPUD baik kabupaten maupun provinsi dalam tugasnya pastilah menganggarkan dalam jumlah milyaran; untuk biaya operasional KPUD itu sendiri, itu bahasa awamnya, tidak perlu masyarakat tahu, sebab sekarang semuanya serba transparan, tidak ragu, peruntukannya jelas kok!

Namun tak pernah jelas kemudian, apakah biaya besar itu termasuk memfasilitasi para calon wakil rakyat dan calon pimpinan lokal? --KPUD , kata seorang teman, adalah lembaga yang paling sibuk mempelajari perubahan perarturan. Setiap saat, KPUD harus meralat informasinya mengenai berbagai perarturan menyangkut proses pemilihan. Berbagai persoalan teknis dari penghitungan suara sampai soal jumlah Tempat Pemungutan Suara, belum lagi soal administrasi pendaftaran, partai-partai baru yang masih ribet dengan eksistensinya selalu akan menjadi pendorong KPUD dimanapun untuk memerlukan 'biaya lembur', menyebakan banyak biaya-biaya yang harus dikeluarkan!

MONO-LOG : MARAK’US

(hanya cuplikan)

MALAM HAMPIR PUKUL KE JARUM 10. BERDEGUM-DEGUM MUSIK, BERBINAR-BINAR MENYILAUKAN LAMPU-LAMPU YANG GENIT MENAWARKAN WARNA-WARNINYA. ANEH. TIDAK ADA AROMA MINUMAN KERAS, TAPI JUSTRU AROMA HARUM PARFUM MERUAK. GADIS-GADIS MEMAKAI DRESS KETAT, MEMPERLIHATKAN BAHUNYA, LELAKI LELAKI MEMAKAI CELANA YANG MENGEMBANG DI PANTAT AGAK MELOROT HINGGA PANTAT ITU KELIHATAN MENIPIS.

PILKADA…YA???

Obrolan di Bali saat ini, walau tidak begitu hangat: adalah Pilkada. Ada beberapa kabupaten dan kota bulan Mei nanti akan melaksanakan pemilihab bupati dan walikota. Seperti biasa, tandanya adalah banyak baliho dipasang, spanduk ucapan ini-itu: lalu muncul posko-posko pendukung; sesekali di televisi nampak iklan para kandidat. Selebihnya, masyarakat bersikap maklum; ada atau tidak pergantian pimpinan; hidup keseharian tidak akan berubah.

Masyarakat dalam diam pun tahu, hanya orang-orang disekitar kandidat itulah yang aktiv, rajin, penuh semangat bahkan satu dua tampil fanatik; meracau bicara soal kandidat yang didukungnya! Ada juga yang memikirkan peluang-peluang untuk mendapat keuntungan dari para kandidat, yang sudah barang tentu : peluang itu berasal dari : proses keputusan seseorang menjadi kandidat, yang karena alasan itu baru memikirkan: apakah wajahnya dikenal oleh masyarakat pemilihnya? Bagaimana caranya mendapatkan rekomendasi: restu sakti dari partai? Barulah setelah kerepotan itu memikirkan dengan tergopoh-gopoh: dimanakah harus mendapatkan dukungan: banjar A mungkin basis partai C, tapi di situ asalnya salah satu kandidat; Desa X mungkin basis partai E, tapi di situ basis beberapa pemimpin informal yang tidak memiliki kandidat: Mungkin ini maksudnya pemetaan politik: dalam politik praktis dikenal adanya pemetaan berdasarkan sosiologis, psikologis dan rasional! Biasanya, diterjemahkan oleh konsultan politik dengan pemaparan profile pemilih di berbagai pelosok kantong-kantong para pemilih.

MERAYAKAN NYEPI BAGIAN I: kenanglah dengan hatimu, buang sejenak akal sehatmu!

Mari gunakan hatimu, biarkan pikiran diam.

Biarkan kesadaran akan diri dari hatimu, bukan karena akal sehat yang diagung-agungkan oleh kehidupan masa kini. Biarkan pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi hatimu, seperti riuhnya isi bumi; seperti sesaknya langit oleh bintang-bintang. Biarkan dirimu menjadi penanya yang rewel, pandir dan menjemukan. Ini hari adalah kesempatan engkau duduk di dekat kaki sang guru, yang tak akan memberimu kelas ataupun tingkatan: bertanyalah dengan semangat, seperti meracau dalam tidur yang gelisah.

Jika hatimu merasakan engkau salah satu mahluk yang lahir, tumbuh dan kelak mati di bumi. Maka bumi akan menjelaskan tentang bumi yang bulat, yang memiliki intinya disebut Kala Gni Rudra, itulah inti yang terpanas, tak terbayangkan panasnya! Kenapa panas itu tak menganggumu, sebab ada tujuh lapis yang menjaga tubuh hidupmu di atas bumi yang disebut sapta patala. Tujuh lapis itu; dimana setiap lapisnya ada penghuninya; lapis yang terdekat dengan permukaan bumi disebut Atala dihuni oleh Mahamaya, kemudian lapis di bawahnya disebut Witala yang dikelola oleh Hatakeswara, dia itu manifestasi Brahman, lapis ketiga disebut Sutala dihuni dipimpin oleh raksasa Bali, lapis selanjutnya disebut Talatala dihuni oleh Maya, lalu lapis kelima disebut Mahatala dihuni oleh para ular raksasa, kaum naga, kemudian lapis keenam disebut Rasatala yang dihuni oleh detya dan Manawa, kemudian lapis yang terdekat dengan inti bumi disebut Patala, itu dikuasai oleh Naga Basuki.

Review Iluminasi: "lebih terang dengan lampu penerang…"

Komik silat Kho Ping Ho dapat menjadi akar 'tandingan' ketika membaca novel Iluminasi, karya Lisa febriyanti, terbitan Kaki Langit Kencana, November 2009. Dalam serial silat Kho Ping Ho: ilmu berbisik jarak jauh, telepati, ilmu terbang melayang, berlari cepat, kemampuan memanjangkan tangan; bak manusia karet, kemampuan mengeluarkan api, termasuk menderukan angin, mendatangkan rasa sedingin salju, dst: terbangun dari kisah pendekar-pendekar pilihan, yang terbelah antara dua, golongan hitam dengan putih, biasanya 'sang hero' memiliki kisah sedih dan menderita di awal kisah, kadang menyendiri, terbuang dalam pulau terpencil, jatuh ke dalam tebing curam, dsbnya dan pewarisan 'kesaktian' memang sering melalui garis 'keturunan', tidak direncanakan, yang didahului dengan liku-liku yang mengejutkan bagi calon 'sang hero'.