Suatu hari Rsi Abyasa, Rsi yang menguasai ilmu di tiga dunia berjalan di jalan raya ramai penuh kereta, tak sengaja ia menunduk dan melihat ada seekor cacing yang melintas diantara roda-roda kereta dengan gerakan gila. Dengan heran Abyasa memperhatikan, hingga si cacing tiba di tepi jalan. Lalu disapanya si cacing dengan bahasa cacing,"Hai, temanku, kenapakah engkau melintas sedemikian rupa.."
Si cacing menjawab,"Hamba benar-benar takut dengan derak-derak roda kereta, suara derit lecutan penghela kerbau...hamba takut tergilas. Hidup ini tuan, sungguhlah berharga, hamba tak mau meninggalkan surga kehidupan lalu menuju neraka kematian...Hanya karena hamba tak berusaha menghindari roda-roda kereta itu.."
Si cacing menjawab,"Hamba benar-benar takut dengan derak-derak roda kereta, suara derit lecutan penghela kerbau...hamba takut tergilas. Hidup ini tuan, sungguhlah berharga, hamba tak mau meninggalkan surga kehidupan lalu menuju neraka kematian...Hanya karena hamba tak berusaha menghindari roda-roda kereta itu.."

