Catatan Proses Drama Tari Percakapan Sunya Nirvana (2)


Dari PUYUNG ke ASIBAK (setengah)

Tiga minggu pertama, proses pelatihan Drama tari Percakapan Sunya Nirvana ini mulai membuat saya terdesak oleh kenyataan; pilihan untuk melibatkan remaja yang belum bisa menari; (alasannya agar proses penularan  pola gerak panji tidak tercampuri  oleh 'kemampuan' menari yang kini berkembang jauh dari pelatihan dasar): untuk jatuh risau: apakah mereka akan sanggup melewati fase latihan dasar ini?

Catatan Proses Percakapan Sunya Nirvana (1)


Puyung

Setiap kali mendengar kisah panji, bayangan yang akrab dalam ingatan masyarakat Bali adalah kisah-kisah yang dipentaskan dalam pentas drama gong; kisah yang berkisar tentang sang pahlawan (Inu Kertapati) yang 'tersesat jalan' disaat mencari cintanya yang sejati (Galuh Daha); Peran Protagonis, antagonis, dsbnya hadir begitu jelas dalam pementasan drama gong, biasanya, berakhir happy ending. Dalam tradisi teks, kisah panji yang paling diagungkan bertitel Panji Malat Rasmi; dimainkan dalam palegongan kemudian dalam drama tari Gambuh; pengkisahan kerajaan-kerajaan yang iidentifikasikan sebagai padmawilatika (para penguasa majapahit); dengan pola struktur kekuasaan antara posisi Daha dan Kahuripan yang lebih dimuliakan, menyusul para sepupu Gegelang, pajarakan,Mataum dsbnya. Kisah Panji yang menyusup dalam Gambuh telah melahirkan pola gerak panji, demikian pula dalam drama gong maupun karakter lainnya dalam pementasan lainnya: Panji dari teks menginspirasi 'kecirian' karakater panji dari sifat hingga tata cara berbusana. Tampilan Panji selalu 'dibedakan'. Menggugah sekali bagaimana teks ini menyetir proses pembayangan penjelmaan panji dalam pemanggungan.

KETIKA AYU LAKSMI MENGUNDANG SAYA

Suatu malam Ayu Laksmi mengundang saya untuk berbincang dan berkemungkinan menuliskan syair lagu, di rumahnya yang asri di seputaran pedungan-denpasar. Penyanyi Bali (saya lebih suka menyebutnya-demikian), yang sejak debut pertamanya bersama dua saudaranya telah merebut hati masyarakat Bali, ternyata tetap melanjutkan pilihannya dalam dunia tarik suara. Kini, dia berubah gaya dan keyakinan dalam keteguhan yang menimbulkan pertanyaan mendalam. Memilih dunia tarik suara sebagai pilihan; terutama dalam pilihan syair dan tujuan bernyanyi, mengubah dari tradisi 'jual-beli' bagian dari industry budaya ke sebuah jalur 'nyanyian sunyi'.

PESTA KESENIAN BALI YANG KE 32 MENCARI SUDAMALA DALAM SENI PERTUNJUKAN berharap : seni sebagai pengobatan!


Pesta Kesenian Bali ke-32 mengusung tema Sudamala; yang dalam tradisi Bali, seni yang mengusung kisah sudamala dipahami sebagai Lakon ruwatan; pengobatan bagi jiwa dalam kerangka hubungan perasaan sosial, hubungan manusia dengan alam dan 'hyang' (kuasa hidup asal muasal); berakar kepada beberapa kisah; baik berupa kidung maupun prosa,yang teksnya dikategorikan sastra yang justru rancu jika dirujuk ke dalam kisah-kisah besar seperti Mahabarata (adi parwa); lakon-lakon ruwatan dalam kolom sastra klasik dikategorikan sebagai kisah non sastra; sering hanya ditandai sebagai bentuk kidung ataukah prosa atau jika tokoh-tokohnya dari kisah besar, teksnya sering disebut sebagai 'carangan'; Kisah-kisah yang disusun untuk tujuan historis maupun nasehat-nasehat mulia (tutur).

PERAYAAN 1 JUNI, JAYARAYA PANCASILA: BERGERAKNYA GERAKAN REVOLUSI MORALITAS NEGERI

Latar Belakang

Nusantara, wilayah orkestra dunia yang bergema sepanjang masa. Sebuah diaspora besar-besaran terjadi ketika bencana mahabesar yang menghancur-menenggelamkan surga bumi mengirim pergi sedikit dari mereka yang selamat ke berbagai tempat di muka bumi ini. Mereka membawa "benih" peradaban yang agung. Surga bumi, bahwa yang dimaksud adalah taman hesperides jiwa dunia yang terletak di khatulistiwa. Puing-puing kepulauannya kemudian bernama INDONESIA.

Jauh sebelum yuga-yuga (masa-masa geologis) berakhir, masa Lemuria surga pertama terbentuk, wilayah tersebut berfungsi sebagai tanah kelahiran umat manusia, dan cenderung ditimpa malapetaka dahsyat yang menggoncang dunia dari keberadaan pilar-pilar langit, gunung berapi mahadahsyat (bajra). Hindu dan Budha, sebagaimana diakui oleh para penjelajah ujung dunia, adalah agama nenek moyang (wiwitan) dari tanah suci Indonesia. BALI ADALAH PEWARISANNYA YANG TERAKHIR.