Cerpen: R A H I M

NAMA saya Nagari. Umur, tiga puluh tahun. Tanpa harus dijelaskan, saya sudah paham. Sore itu, sehabis mandi dan rambut saya masih basah, pintu kamar kontrakan saya diketuk berulang kali. Tiga orang lelaki dengan sorot mata sopan menjemput saya. Dari jip yang menanti di halaman, kemudian dari deru mesinnya yang tipis, tak kalah tipis dari udara sore itu, ditambah lagi tutur sapa mereka yang berat dan...

Selintas Mengenai Dramatisasi Puisi Dan Fragmentasi Puisi

Beberapakali ada yang bertanya kepada saya, apa sebenarnya dramatisasi puisi itu (?) dan apa bedanya dengan fragmentasi puisi (?) Kedua pertanyaannya itu muncul karena sudah lama di Bali, disebabkan beberapa kegiatan sekolah dan festival yang menyebutkan ajakan untuk melakukan suatu model pertunjukan dengan teksnya (baca naskah) berdasarkan...

MBOK WAYAN

Hari itu Mbok Wayan, tetangga sebelah rumah sewaanku, bercerita bahwa ia harus meninggalkan segera pondoknya sebab pemilik tanah akan segera membangun villa! Cerita Mbok Wayan itu membuatku sungguh terkejut, begitu tiba-tiba, mendadak sekali. Dengan wajah murung, dengan suara datar seraya telunjuknya menusuk-nusuk kening, "pengeng tiang"...